![]() |
| Dr Wahyuddin Staf LPTTN |
SUARA PANTAU SULSEL - Sosok Wahyuddin Staf LPTTN Sukses Raih Doktor Bidang Teknologi Pendidikan di Program Pascasarjana Universitas Negeri Jakarta (PPs UNJ).
LPTTN adalah Lembaga Perguruan Taman Taruna Nusantara, yaitu lembaga pengelola utama untuk Sekolah Menengah Atas (SMA) Taruna Nusantara.
Kiprah Wahyuddin dibidang akademik memperkuat kualitas sumber daya manusia di lingkungan LPTTN.
Wahyuddin, Staf Perencanaan Operasional Pendidikan (Renopsdik) pada Lembaga Perguruan Taman Taruna Nusantara (LPTTN), yang secara resmi meraih gelar Doktor (S3) Teknologi Pendidikan dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ) setelah berhasil mempertahankan disertasinya dalam sidang terbuka di kampus UNJ.
Wahyuddin menempuh pendidikan Sarjana (S1) di Program Studi Teknologi Pendidikan Universitas Negeri Makassar (UNM).
Kemudian melanjutkan studi Magister (S2) dan Doktor (S3) secara linier pada program studi yang sama di Universitas Negeri Jakarta (UNJ).
Fokus kajian akademiknya mencakup kebijakan pendidikan, inovasi pembelajaran berbasis teknologi, serta pengembangan kepemimpinan dan sistem pendidikan, yang relevan dengan tantangan pembangunan sumber daya manusia di era global.
Saat ini, Wahyuddin mengabdi di LPTTN, lembaga pendidikan di bawah naungan Yayasan Pengembangan Potensi Sumber Daya Pertahanan (YPPSDP).
Yayasan pendidikan ini, berada dalam pembinaan Kementerian Pertahanan Republik Indonesia, dengan peran strategis dalam penguatan sistem perencanaan dan operasional pendidikan.
Selain berkiprah secara profesional, Wahyuddin juga memiliki rekam jejak kepemimpinan organisasi yang kuat.
Wahyuddin Berangkat dari Panggung Aktivis
Ia pernah mengemban amanah sebagai Ketua Umum HPMM KOM UNM Periode 2011–2012, aktif di BEM FIP UNM Periode 2011–2012, serta menjadi bagian dari Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) Periode 2016–2018.
Pengalaman tersebut membentuk kapasitas kepemimpinannya dalam perencanaan dan pelaksanaan program kaderisasi, penguatan kepemimpinan mahasiswa, serta pengembangan potensi generasi muda.
Kepada Suara Pantau, Wahyuddin menyampaikan bahwa capaian akademik ini merupakan amanah untuk memperkuat kontribusinya bagi pengembangan pendidikan nasional.
“Gelar doktor ini bukan tujuan akhir, melainkan tanggung jawab baru untuk menghadirkan solusi nyata dalam penguatan sistem pendidikan dan pembangunan sumber daya manusia Indonesia,” ujarnya.
Capaian ini diharapkan semakin memperkuat kontribusi LPTTN dalam pengembangan sistem pendidikan yang adaptif dan berkelanjutan, sejalan dengan komitmen lembaga dalam membangun kualitas sumber daya manusia Indonesia.
Ke depan, Wahyuddin berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam pengembangan kebijakan pendidikan, inovasi pembelajaran, serta penguatan kapasitas sumber daya manusia sebagai bagian dari pengabdiannya kepada bangsa dan negara.
(***)
