INAKOR Gowa Pertanyakan Integritas Kepala Kandeg: Layakkah Pimpin Santunan Yatim di Tengah Isu Miring

 

GOWA, 25 Juni 2026 – Dewan Pimpinan Daerah Independen Nasionalis Anti Korupsi I (DPD INAKOR) Kabupaten Gowa memberikan kritik tajam terkait kehadiran Bupati Gowa dalam kegiatan "Lebaran Yatim & Penyandang Disabilitas" yang berlangsung di Kecamatan Bajeng Barat, Kamis 25 Juni 2026.


Kehadiran orang nomor satu di Gowa tersebut dinilai memicu kontroversi di tengah masyarakat. INAKOR Gowa memandang bahwa momentum suci peringatan 10 Muharram yang dikemas dalam santunan anak yatim dan disabilitas seharusnya dijaga kesucian dan kekhidmatannya dari figur yang tengah diterpa isu miring.


Haerudin, Humas INAKOR Gowa menambahkan bahwa dugaan kasus perselingkuhan yang menyeret nama Bupati Gowa telah menimbulkan keresahan dan kegaduhan di tengah masyarakat Gowa. Isu tersebut dinilai parah karena mencederai norma adat, budaya, serta nilai religius yang dijunjung tinggi oleh warga lokal. 


Kehadiran Bupati di ruang publik dalam acara keagamaan dianggap tidak peka terhadap suasana kebatinan masyarakat yang sedang kecewa. Humas INAKOR Gowa menyatakan bahwa seorang pemimpin seharusnya menjadi teladan moral bagi masyarakatnya. Dugaan isu perselingkuhan yang menerpa Bupati dinilai mencederai nilai-nilai religiusitas acara tersebut.


"Sangat disayangkan kebersihan acara suci ini dicoreng oleh kehadiran figur yang diduga tidak menjaga integritas moralnya. Momentum 10 Muharram untuk menyantuni anak yatim adalah ruang khidmat yang harus dihormati," ujar Haerudin, Humas INAKOR Gowa.


INAKOR Gowa juga menyoroti kinerja Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Gowa selaku instansi pembina kegiatan keagamaan. INAKOR secara khusus menyorot peran Kepala Kemenag Gowa, H. Jamharis, S.Ag, MH dan mendesak beliau lebih selektif dalam memberikan ruang publik untuk kegiatan keagamaan. 


"Kami meminta Pak H. Jamharis selaku pimpinan Kemenag Gowa menjaga marwah kegiatan-kegiatan keagamaan agar tidak dijadikan panggung formalitas belaka oleh pejabat yang sedang diterpa isu moral," tegas Haerudin.

Ikuti berita terbaru di Google News

Redaksi Suara Pantau Sulsel menerima naskah opini dan rilis berita (citizen report).
Silahkan kirim ke email: redaksisuarapantau@gmail.com atau Whatsapp +62856-9345-6027